The rain may fall, the night may fade, Yet unspoken words refuse to wane. Dripping slow like drops unseen, Lingering where hearts have been.

Hujan turun deras, menciptakan pola-pola acak di atas jalanan yang mulai dipenuhi genangan. Orang-orang mempercepat langkah mereka berlarian menuju tempat yang lebih teduh, di halte, kantin, atau lobi fakultas terdekat.
Seorang gadis melangkah santai di tengah hujan deras, membiarkan tetesan air meresap ke dalam hoodie abu-abu yang sudah basah kuyup. Setetes air dingin menetes dari ujung rambutnya. Ia mendongak, membiarkan hujan menyapu wajahnya.
“Hah, makin deras lagi.”
Ia akhirnya menyerah. Setengah berlari, ia mencari tempat berteduh dan melihat gazebo kayu di taman kecil dekat kampus. Ada bangku panjang di dalamnya, cukup kering untuk sekadar duduk dan menunggu hujan mereda.
Begitu sampai ia langsung duduk dan mulai memeras lengan hoodie-nya, tidak sadar bahwa ada seseorang yang sudah lebih dulu berada di sana dan tertidur dengan kepala bersandar ke pilar gazebo.
“Nyesel banget gue nggak ikut Ayes pulang.” Ia menggumam pelan, merapatkan kedua lututnya.
Tetesan air dari atap kayu menetes tepat di wajah orang yang sedang tertidur itu, membuatnya menggeliat pelan sebelum tiba-tiba bersin cukup keras.
“Astagfirullah! Jurig!”
Neve tersentak, langsung menoleh. Matanya membelalak begitu melihat siapa yang baru saja terbangun.
“Harsa?! Hujan-hujan begini ngapain tidur di sini?”
Harsa mengucek matanya, masih setengah sadar. Ia melihat ke sekeliling, baru benar-benar menyadari hujan yang turun deras di luar gazebo.
“Neve?” gumamnya. “Lah, gue baru sadar kalau hujan. Ditinggal anak - anak lagi gue.”
Misel hanya mendengus, kembali menekuk lututnya. Dingin mulai merayap ke tulangnya, tapi ia enggan mengakuinya.
Harsa memperhatikannya sejenak sebelum melepas jaketnya dan menyampirkannya ke kepala Neve. Jarak mereka terlalu dekat, membuat Neve mematung selama beberapa detik sebelum buru-buru mengalihkan pandangan.
“Lo… tumben baik,” ucapnya pelan.
Harsa tersenyum tipis. “Cowok mana yang tega ngebiarin cewek menggigil?”
“Ada.” Harsa menoleh ke arah Neve tetapi Neve masih mengalihkan pandangan.